Berikut data peristiwa serupa selama 2009-Juli 2010:
- Jumat 16 Juli 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Kejadian ledakan tabung gas elpiji terjadi di Kompleks Bangun Reksa II, Karang Tengah, Kota Tangerang. Dapur rumah rusak parah. Salah seorang penghuni rumah bernama Evi Vaslina luka parah.
- Selasa 13 Juli 2010, sekitar pukul 15.00 WIB. Tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram meledak di Kampung Pasir Awi, RT 3/13, Desa Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Kejadian ini mengakibatkan ibu dan anak, Sawati (80 tahun) dan Kesih (36 tahun), yang tinggal di rumah itu menderita luka bakar.
- Selasa 13 Juli 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan terjadi di Kampung Kalimati RT 13/3, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkarang, Jakarta Barat. Selain rumah hangus terbakar, kejadian ini mengakibatkan ibu dan anak, Samani (35 tahun) dan Arjun (14 tahun), menderita luka bakar.
- Selasa 13 Juli 2010 pukul 04.30 WIB. Ledakan tabung gas berukuran 12 kilogram terjadi di tempat usaha katering Jalan Puri Mutiara 2 A, RT 9/11, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Ledakan tabung terjadi karena rumah itu terbakar terlebih dulu.
- Minggu 11 Juli 2010. Tabung gas milik seorang warga Kampung Wangun, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, meledak. Kejadian ini melukai tiga orang serta membakar dua bangunan.
- Sabtu 10 Juli 2010. Tabung gas ukuran 12 kilogram meledak di Jalan Kerinci, Perumnas III, Kelapa Dua, Tangerang. Akibatnya suami istri pemilik rumah menderita luka bakar.
- Kamis 24 Juni 2010 pukul 14.30 WIB. Ledakan akibat kebocoran tabung gas ukuran 12 kilogram terjadi di dapur rumah makan Lapo Amelia di Jalan Raya Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.
- Jumat 18 Juni 2010. Ledakan tabung gas terjadi di Jalan H. Jawahir, No 132 Rt 17/06, Cilandak Barat, Jakarta Selatan. Kasus ini tergolong fatal karena selain memporak-porandakan rumah, juga menewaskan dua warga.
- Sabtu 16 Juni 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan tabung gas ukuran 12 kilogram terjadi di Kampung Binong, Rt 02/03, Kelurahan Binong, Kecamatan Binong, Kabupaten Tangerang. Akibatnya, bocah bernama Amel, 5 tahun, meninggal.
- Senin 26 April 2010 sekitar pukul 10.00 WIB. Ledakan hebat dari tabung gas ukuran 3 kilogram terjadi di Komplek UK Rt 6/4, Ancol, Pademangan Jakarta Utara. Akibat 30 rumah penduduk hangus terbakar.
- Minggu 25 April 2010 sekitar pukul 05.00 WIB. Ledakan tabung gas terjadi di rumah warga di Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat.
- Sabtu 17 April 2010 sekitar pukul 09.00 WIB, sebelas warga sampai terluka akibat terkena dampak ledakan tabung elpiji di pemukiman Jalan Mulia RT 02/01, Cempaka Baru, Jakarta Pusat.
- Senin 8 Februari 2010 pukul 04.30 WIB. Ledakan tabung gas terjadi di warung nasi uduk di RT 14/RW 04 Jalan Satria, Jelambar, Jakarta Barat. Akibatnya, dua warga terluka.
- Rabu 3 Februari 2010 siang. Ledakan tabung gas terjadi di Restoran Tom Yuan Corner, di lantai VII, food court ITC Mangga Dua, Jakarta Utara.
- Kamis 17 September 2009 sore. Ledakan tabung gas terjadi di Gang Karya Lima, RT 14 RW 03, Gandaria Utara Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Akibatnya, sedikitnya 20 rumah warga terbakar.
- Senin 13 Juli 2009 sekitar pukul 08.00 WIB. Ledakan tabung gas ukuran 25 kilogram terjadi di restoran Soto lamongan, Jalan Kedoya Raya Nomor 12, Jakarta Barat
Karet pengaman
Sementara itu, hasil pemeriksaan Pertamina ke sejumlah agen, pangkalan, dan toko penjual tabung gas di Rajamandala, Kec. Cipatat, dan Kec. Lembang mendapati 9 dari 10 tabung gas tidak memiliki rubber seal (karet pengaman). Pengambilan karet secara paksa telah merusak valve (katup) dan pentil tabung, sehingga tabung gas rentan meledak.
"Pertamina dalam kurun waktu dua bulan terakhir melakukan penyisiran ke beberapa wilayah di Kab. Bandung Barat, salah satunya di Rajamandala dan Lembang. Di dua tempat itu, kami menemukan dari 10 sampel tabung gas kosong, ternyata 9 di antaranya sudah tidak ada karetnya," kata Sales Representative LPG Rayon V Bandung Pertamina, Lucky Pangamenan saat dihubungi lewat telepon, kemarin.
Pentil dan katup yang rusak akibat pengambilan paksa karet tabung gas, katanya, sulit terdeteksi sekalipun saat dilakukan pengisian elpiji di Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE). Yang terdeteksi oleh mesin SPPBE hanyalah ada tidaknya karet di tabung.
"Pasti di SPPBE akan ketahuan tabung mana yang ada karetnya atau tidak. Namun kerusakan pada pentil dan valve tak bisa ketahuan. Efek dari kerusakan pentil dan valve membuat nyala api tidak sempurna. Ketika konsumen terus memaksa menyalakan api, bisa menyebabkan kebakaran atau ledakan," paparnya.
Kepada SPPBE yang ketahuan masih tetap mengisi elpiji pada tabung yang tidak berkaret, Pertamina bisa menjatuhkan sanksi, dalam bentuk penghentian operasi sementara.
Pengembalian Tabung Gas
Sementara kordinator aksi dari Bendera, M Husni Thamrin, kepada wartawan dalam jumpa pers di markas Benteng Demokrasi Rakyat Indonesia (Bendera), Diponegoro, Jakarta. Minggu (18/7/2010), mengatakan, aksi pengumpulan ratusan tabung gas tersebut akan terus digalang hingga mencapai 1000 tabung gas.
Tabung-tabung tersebut nantinya akan dikembalikan ke kantor pusat Pertamina. Akan tetapi, aksi pengembalian tabung gas ke kantor Pertamina sendiri baru akan dilaksanakan pada Bulan Agustus nanti.
"Hari ini kami baru mengumpulkan tabung-tabung gas dari ibu-ibu rumah tangga. Nantinya ini akan kami kembalikan ke Pertamina sebagai bentuk kekecewaan atas buruknya kualitas tabung gas," ujar Thamrin.
Pihak Bendera mengaku, saat ini sudah terkumpul sekitar 340 tabung gas yang secara suka rela dikumpulkan warga. Selain akan melemparkan satu-persatu ke Kantor Pertamina.
Mereka juga meminta pemerintah untuk segera menarik tabung gas elpiji 3 kg dari peredaran karena dinilai rentan ledakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar