“Selamat hari anak nasional…… he he he…. mau ngomong apa lagi nih orang?”. Tawaku dalam hati sambil tetap meneruskan makan. “Ooohhh…. makaciii, sayang gw bukan anak – anak lagi”. Di siang hari yang panas itu, selain masakan padang di meja ini, akupun disuguhi oleh pembicaraan yang tidak jelas dari Barlan. Dan sekarang tanpa menjelaskan apapun dia ikut makan bersamaku di meja ini.
Beberapa menit kemudian saat kami masih makan, masuklah dua orang anak perempuan berusia sekitar 5 sampai 7 tahun. Dengan celana dan baju pas badan yang berwarna dekil, mereka mendekati meja kami sambil mengulurkan tangan. Aku berniat mengambil uang receh dari saku celana sebelum Barlan menepuk tanganku. Mereka berdua kemudian berjalan mengitari ruangan yang kecil. Pindah dari meja ke meja untuk kemudian pergi keluar. Mataku pun tetap mengikuti sampai akhirnya tubuh mereka tertutup oleh tembok.
“Mereka gak butuh recehan lo”, Tiba – tiba Barlan berkata padaku. “Coba lo tawarin mereka makan, mereka gak akan mau karena mereka itu udah kenyang. Gw pernah coba beberapa kali”. Tiba-tiba dia menyodorkan sebuah lembaran koran.
Kompas, 23 Juli 2010Siang ini Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Jumat (23/7/2010) begitu padat. Ribuan anak-anak yang datang dari berbagai penjuru kota di Indonesia tumplek blek di berbagai Anjungan yang mengarah ke Istana Anak Anak.
Namun, tidak bagi kakak dan adik, Irvin dan Irwan namanya. Usianya tak lebih dari 13 tahun. Mereka tampak asyik dengan tong sampah yang berdiri di dekat deretan anak-anak tersebut. Bukan untuk membuang sampah, tapi mengorek dan mencari gelas bekas air minum kemasan. Pemandangan yang kontras dengan latar belakang mereka, yang berdiri rapi deretan anak bangsa.
“Cukup mengenaskan bukan? sekarang gw cuma bisa bilang selamat hari anak nasional ke elo doang. Karena gw malu bilang itu ke anak anak itu. Tapi gw mau bisa bilang itu di tahun depan”, Barlan pun diam sambil melihat kertas koran yang sudah lecek itu.
Bicara tentang pendidikan sambil memakan rendang, terasa aneh sekali. Tetapi mendengar perkataan itu dari mulut orang yang biasa tidak peduli dengan kondisi sekitarnya. Membuatku ingin berkata “Selamat hari anak nasional 2010!!!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar